# Four horizontal lines

> Empat Garis Horizontal: Membantu Trader Pemula Membaca Pergerakan Harga di MT5 Pernah bingung nggak sih lihat chart MT5 yang penuh sama garis-garis warna-warni, apalagi kalau baru mulai belajar trading? Kadang, saking banyaknya indikator, malah jadi 

**URL:** https://metatrader.id/MT5+Indikator/four-horizontal-lines

---

**Download:** [four_horizontal_lines.mq5](https://www.mql5.com/en/code/download/20724/four_horizontal_lines.mq5)

![Four horizontal lines](https://c.mql5.com/18/68/2018-05-12_09h50_49.png)
![Four horizontal lines](https://c.mql5.com/18/68/2018-05-12_09h52_15.png)

## Empat Garis Horizontal: Membantu Trader Pemula Membaca Pergerakan Harga di MT5

Pernah bingung nggak sih lihat chart MT5 yang penuh sama garis-garis warna-warni, apalagi kalau baru mulai belajar trading? Kadang, saking banyaknya indikator, malah jadi makin pusing daripada makin paham. Nah, kali ini kita mau ngomongin salah satu indikator yang lumayan sederhana tapi punya peran penting buat ngasih gambaran awal ke kita, namanya "Four horizontal lines". Sesuai namanya, indikator ini bakal nampilin empat garis horizontal di chart kita. Yuk, kita bedah satu per satu fungsinya dan gimana cara kerjanya biar kita makin pede ngadepin chart.

### Apa Sih Fungsi Utama Indikator "Four horizontal lines" Ini?

Intinya sih, indikator ini dibuat buat bantu kita ngelihat rentang pergerakan harga dalam periode waktu tertentu. Dia bakal nentuin dua garis utama yang ngasih batasan atas dan bawah, dan dua garis bantu yang posisinya sedikit bergeser dari garis utama tadi. Kenapa perlu ada empat garis? Nanti kita bahas lebih lanjut, tapi bayangin aja kayak kita lagi bikin "kotak" pergerakan harga. Dengan adanya empat garis ini, kita bisa lebih gampang ngelihat seberapa lebar atau sempit pergerakan harga di periode yang kita pilih. Ini penting banget buat trader pemula yang masih belajar mengenali pola dan momentum.

### Gimana Cara Kerja Empat Garis Horizontal Ini di Chart?

Oke, sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting: cara kerjanya. Indikator ini punya beberapa parameter penting yang bisa kita atur. Salah satunya yang paling kelihatan adalah "Bar number". Parameter ini ngatur berapa banyak bar (lilin candlestick) terakhir yang bakal jadi acuan buat penentuan garis-garisnya.

Misalnya, kalau kita set "Bar number" itu nilainya 2, artinya indikator akan melihat pergerakan harga dari dua bar terakhir. Coba lihat Gambar 1. Di situ, parameter "Bar number" kita set di angka 2.

Di Gambar 1 ini, kita bisa lihat ada dua garis yang default-nya berwarna merah. Garis merah yang di atas itu posisinya ada di titik *High* tertinggi dari dua bar terakhir. Sementara garis merah yang di bawah itu posisinya ada di titik *Low* terendah dari dua bar terakhir. Jadi, dua garis merah ini secara kasar ngasih tahu kita rentang harga paling tinggi dan paling rendah yang terjadi dalam dua bar terakhir. Ini kayak semacam batas atas dan batas bawah pergerakan harga dalam periode singkat itu.

Nah, selain dua garis merah ini, ada juga dua garis tambahan yang default-nya berwarna hijau. Garis hijau ini posisinya agak bergeser dari garis merah. Pergeserannya ini diatur sama parameter yang namanya "Shift". Jadi, garis hijau ini bukan cuma ngikutin titik *High* dan *Low* dari bar terakhir, tapi ada sedikit "buffer" atau jarak tambahan.

### Memahami Perhitungan Garis "Difference"

Sekarang kita masuk ke perhitungan yang agak sedikit lebih teknis, tapi jangan khawatir, kita akan buat sesederhana mungkin. Ada dua garis "difference" ini yang penting kita pahami.

Pertama, ada yang namanya **LineDifferenceUP**. Garis ini posisinya dihitung berdasarkan *HighLowUP* (ini merujuk pada harga *High* tertinggi dalam rentang bar yang dipilih) ditambah dengan selisih antara *HighLowUP* dan *HighLowDOWN* (harga *Low* terendah dalam rentang bar yang dipilih), lalu dikurangi dengan parameter "Shift".

Penjelasannya gini: kita ambil titik *High* tertinggi, lalu kita tambahin lagi sama seberapa lebar rentang harga itu (selisih *High* dan *Low*), kemudian kita sedikit mundurkan posisinya sesuai nilai "Shift". Tujuannya apa? Garis ini biasanya akan sedikit berada di atas garis merah atas. Anggap aja ini kayak zona "ekspektasi kenaikan harga" yang sedikit lebih luas.

Kedua, ada **LineDifferenceDOWN**. Perhitungannya kebalikannya. Dia dihitung dari *HighLowDOWN* dikurangi selisih antara *HighLowUP* dan *HighLowDOWN*, lalu ditambah dengan parameter "Shift".

Maksudnya gimana? Kita ambil titik *Low* terendah, lalu kita kurangi lagi sama seberapa lebar rentang harga itu (jadi kayak memperluas ke bawah), dan terakhir kita sedikit dorong posisinya ke atas sesuai nilai "Shift". Garis ini biasanya akan sedikit berada di bawah garis merah bawah. Ini kayak zona "ekspektasi penurunan harga" yang sedikit lebih luas juga.

Jadi, dua garis hijau ini (LineDifferenceUP dan LineDifferenceDOWN) memberikan kita semacam "zona nyaman" atau area yang lebih luas dari pergerakan harga yang mungkin terjadi.

### Perbedaan "Bar number" 2 dan 1

Coba kita perhatikan lagi Gambar 1 dan bandingkan dengan Gambar 2. Di Gambar 1, kita pakai "Bar number" 2. Kelihatan kan garis-garisnya lebih "rapat" karena cuma ngelihat dua bar terakhir. Nah, di Gambar 2, parameter "Bar number" kita ubah jadi 1.

Apa bedanya? Ketika "Bar number" diatur ke 1, indikator hanya akan melihat pergerakan harga dari **satu bar terakhir**. Otomatis, garis merah atas akan pas di *High* bar terakhir, dan garis merah bawah akan pas di *Low* bar terakhir. Pergerakan garisnya jadi lebih responsif terhadap harga saat ini. Kalau harga bergerak cepat, garisnya juga akan langsung ikut bergeser mengikuti bar yang baru terbentuk.

Perhatikan baik-baik, dengan "Bar number" 1, rentang empat garis itu cenderung lebih sempit dibandingkan dengan "Bar number" 2. Ini logis, kan? Kalau acuannya cuma satu bar, rentang *High* dan *Low*-nya pasti lebih kecil daripada kalau acuannya dua bar.

### Kapan Sebaiknya Indikator Ini Digunakan?

Indikator "Four horizontal lines" ini paling efektif digunakan pada *timeframe* yang besar, biasanya dimulai dari H4 (grafik 4 jam). Kenapa begitu? Di *timeframe* besar, pergerakan harga cenderung lebih stabil dan tidak terlalu banyak "noise" (pergerakan harga acak yang tidak signifikan).

Bayangkan kalau kita pakai ini di *timeframe* 1 menit. Setiap bar berubah, garis-garisnya akan lompat-lompat nggak karuan. Kita jadi susah melihat tren atau rentang pergerakan yang stabil. Tapi di H4 atau bahkan D1 (harian), kita bisa melihat gambaran yang lebih jelas tentang seberapa lebar rentang pergerakan harga dalam satu hari atau beberapa hari. Ini membantu kita mengidentifikasi area *support* dan *resistance* potensial dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Jadi, buat kalian yang baru belajar, coba deh pasang indikator ini di chart H4. Perhatikan bagaimana garis-garis itu terbentuk. Apakah harga cenderung bergerak di dalam empat garis ini, atau sering keluar dari rentang hijau? Ini bisa jadi petunjuk awal tentang kekuatan tren atau potensi pembalikan harga.

Misalnya, kalau harga terus-menerus bergerak mendekati atau bahkan menembus garis hijau atas di H4, itu bisa jadi sinyal bahwa ada momentum kenaikan yang kuat. Sebaliknya, kalau harga terus bermain di bawah garis hijau bawah, mungkin ada tekanan jual yang dominan.

Dengan memahami bagaimana empat garis horizontal ini berinteraksi dengan candlestick, kita bisa mulai melatih mata kita untuk mengenali pola-pola sederhana. Ini adalah langkah awal yang bagus sebelum kita beralih ke indikator yang lebih kompleks. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen dengan pengaturan "Bar number" dan lihat bagaimana perubahannya mempengaruhi tampilan chart kita. Selamat mencoba!