# TicksVolume

> TicksVolume: Memahami Denyut Nadi Pasar dengan Indikator Simpel di MT5 Hei, teman-teman trader! Pernah nggak sih kalian lagi mantengin chart, terus ngerasa ada sesuatu yang bergerak cepat banget, tapi kok susah ya ngukurnya pake volume standar? Nah, 

**URL:** https://metatrader.id/MT5+Indikator/ticksvolume

---

**Download:** [ticksvolume.mq5](https://www.mql5.com/en/code/download/17070/ticksvolume.mq5)

![TicksVolume](https://c.mql5.com/18/55/TicksVolume__1.png)

# TicksVolume: Memahami Denyut Nadi Pasar dengan Indikator Simpel di MT5

Hei, teman-teman trader! Pernah nggak sih kalian lagi mantengin chart, terus ngerasa ada sesuatu yang bergerak cepat banget, tapi kok susah ya ngukurnya pake volume standar? Nah, kadang-kadang, indikator yang kelihatannya simpel justru bisa ngasih insight yang keren. Salah satunya yang mau kita bahas hari ini, namanya TicksVolume.

Ini tuh sebenarnya porting dari MQL4 ke MQL5, tapi jangan salah, buat yang main di MQL5, ini bisa jadi tool yang cukup berguna lho. Fungsinya simpel banget, tapi bisa ngasih gambaran tentang "seberapa sibuk" pasar bergerak dalam periode waktu tertentu. Gampangannya gini, kalau kita liat volume di chart biasa, itu kan jumlah transaksi yang terjadi. Nah, TicksVolume ini lebih fokus ke *pergerakan harga* itu sendiri, berapa kali harga berubah, naik, turun, dan seberapa jauh perubahannya.

### Apa Sih TicksVolume Itu Sebenarnya?

Jadi, TicksVolume itu intinya ngasih tau kita dua hal utama:

1.  **Frekuensi Perubahan Harga (Ticks):** Berapa kali harga itu "berkedip" atau berubah naik dan turun dalam rentang waktu yang kita pilih.
2.  **Besaran Perubahan Harga (Points/Pips):** Seberapa jauh harga bergerak naik dan turun dalam rentang waktu yang sama.

Kenapa ini penting? Coba bayangin gini. Kadang harga bisa aja naik atau turun drastis, tapi frekuensinya nggak banyak. Artinya, pergerakannya mungkin "agak malas" atau butuh dorongan lebih. Sebaliknya, kalau harga bergerak naik turun berkali-kali dalam waktu singkat, itu menandakan pasar lagi "sibuk" banget, banyak trader yang lagi ambil posisi atau keluar dari posisi. Nah, TicksVolume ini bisa bantu kita nangkap sinyal "kesibukan" itu.

### Gimana Cara Kerjanya di Chart?

Oke, biar kebayang, kita pakai contoh ya. Misalkan kita pasang indikator TicksVolume di chart EURUSD H1 (grafik 1 jam). Indikator ini nggak punya parameter input yang bisa diutak-atik, jadi begitu dipasang, dia langsung kerja.

Di bagian bawah chart, atau di jendela terpisah (tergantung bagaimana programmer menampilkannya), TicksVolume bakal nunjukin beberapa angka. Anggap aja di satu periode tertentu, kita liat ada angka-angka seperti ini:

*   **Volume:** Ini bukan volume transaksi broker ya, tapi semacam total "aktivitas" pergerakan harga yang dihitung sama indikator ini. Anggap aja ini skor totalnya.
*   **Tick Up:** Nah, ini yang menarik. Angka ini nunjukin berapa kali harga bergerak *naik* dalam periode itu. Misalnya, kalau ada 100 tick up, berarti harga sempat naik 100 kali.
*   **Tick Down:** Kebalikannya dari tick up, ini nunjukin berapa kali harga bergerak *turun*.
*   **Pips Up:** Ini ngukur seberapa jauh total kenaikan harga dalam satuan pips (atau poin, tergantung pengaturan di platform). Jadi, kalau tick up itu frekuensinya, pips up ini "jaraknya".
*   **Pips Down:** Sama kayak pips up, tapi ini buat ngukur seberapa jauh total penurunan harga.

Contoh spesifik dari deskripsi aslinya: bayangin ada satu bar di chart. Indikator TicksVolume nunjukin:

*   Volume = 44
*   Tick Up = 27
*   Tick Down = 17
*   Pips Up = 53
*   Pips Down = 9 (di digit kelima)

Apa artinya ini? Dalam periode satu bar tersebut (misal, satu jam), harga itu sempat mengalami pergerakan naik sebanyak 27 kali (Tick Up) dan turun 17 kali (Tick Down). Total pergerakan naiknya mencapai 53 pips (Pips Up), sedangkan total pergerakan turunnya hanya 9 pips (Pips Down). Angka "Volume" 44 ini semacam total dari tick up dan tick down yang diolah lebih lanjut sama indikatornya.

Lihat kan bedanya? Dari angka-angka ini kita bisa simpulkan:

*   Di periode ini, aktivitas pasar lumayan sibuk karena total tick (naik+turun) ada 44 kali.
*   Yang dominan adalah pergerakan naik (27 tick up vs 17 tick down).
*   Dan yang lebih penting, harga benar-benar bergerak naik lebih jauh (53 pips up) dibandingkan turun (9 pips down).

Jadi, walau ada pergerakan naik turun, trennya jelas sedang mengarah ke atas. Ini beda kalau misalnya tick up dan tick down-nya seimbang, tapi pips up dan pips down-nya juga seimbang, itu mungkin artinya harga lagi sideways atau nggak ada arah yang jelas.

### Kenapa Perlu Pakai Nilai Absolut?

Nah, ada satu catatan penting nih dari pembuatnya: "semua operasi matematika dengan nilai-nilai indikator harus dilakukan dalam nilai absolut." Apa maksudnya?

Gampangnya gini. Kalau kita ngomongin perubahan harga, kadang ada konsep positif dan negatif. Misalnya, harga naik 10 pips, itu positif. Harga turun 5 pips, itu negatif. Tapi, dalam konteks TicksVolume ini, kita lebih tertarik sama *besarnya* pergerakan itu, bukan arahnya.

Misalnya, Pips Up 53 dan Pips Down 9. Kalau kita langsung jumlahin atau kurangin, bisa jadi aneh. Tapi kalau kita pakai nilai absolut, artinya kita anggap "jarak" naik itu 53, dan "jarak" turun itu 9. Jadi, pergerakan naik itu *lebih besar* daripada pergerakan turunnya. Ini membantu kita untuk fokus pada besaran pergerakan tanpa terpengaruh sama tanda positif/negatif.

Pentingnya nilai absolut ini biar kita bisa dengan mudah membandingkan besaran pergerakan. Kalau kita mau lihat seberapa "volatil" suatu periode, kita bisa lihat selisih antara Pips Up dan Pips Down setelah dihitung dalam nilai absolut. Kalau selisihnya besar, berarti pergerakannya signifikan.

### Memanfaatkan TicksVolume untuk Trading

Oke, terus gimana kita bisa pakai ini buat trading sehari-hari?

1.  **Mengidentifikasi Momentum:** Kalau kamu lihat TicksVolume menunjukkan angka Tick Up yang tinggi dan Pips Up yang signifikan dalam satu bar, itu bisa jadi sinyal awal adanya momentum bullish yang kuat. Begitu juga sebaliknya untuk bearish. Ini bisa jadi konfirmasi tambahan buat strategi trading kamu.
2.  **Mengukur Volatilitas:** Perhatikan perbandingan antara Pips Up dan Pips Down. Kalau kedua angka ini sama-sama besar, berarti pasar sedang bergerak aktif dan volatil. Ini bisa jadi momen yang bagus buat trader yang suka memanfaatkan pergerakan harga yang cepat, tapi juga berisiko kalau kamu tipe yang hati-hati.
3.  **Mendeteksi Potensi Kejenuhan:** Jika dalam beberapa bar terakhir kamu melihat angka Tick Up terus tinggi tapi Pips Up mulai mengecil, atau sebaliknya, ini bisa jadi indikasi awal bahwa momentum mulai melemah. Mungkin saja trennya akan segera berbalik arah atau memasuki fase konsolidasi.
4.  **Konfirmasi Sinyal Indikator Lain:** TicksVolume ini paling efektif kalau digabungkan dengan indikator lain. Misalnya, kamu pakai Moving Average dan ada sinyal buy dari MA, lalu kamu cek TicksVolume dan melihat ada lonjakan Tick Up dan Pips Up, ini bisa jadi konfirmasi kuat bahwa sinyal buy tersebut memiliki potensi yang lebih baik.

Contoh lain: Kamu lagi cari titik support. Harga turun terus, lalu tiba-tiba di satu bar kamu lihat angka Tick Down tinggi, tapi Pips Down mulai mengecil sementara Tick Up mulai bertambah, dan Pips Up mulai muncul. Ini bisa jadi sinyal bahwa tekanan jual mulai berkurang dan ada potensi harga mulai berbalik naik dari level support tersebut.

### Kesimpulan? Hmm, Bukan Kesimpulan... Tapi Lanjut Mencoba!

Jadi, TicksVolume ini bukan indikator yang bikin kamu kaya mendadak. Tapi, dia bisa jadi teman ngobrol di chart kamu. Dia ngasih tau kamu seberapa "hidup" pasar saat itu, seberapa banyak "nafas" yang diambil harga, dan seberapa jauh pergerakan itu terjadi.

Coba deh kamu pasang di chart. Perhatikan bagaimana angka-angka ini berubah saat ada berita penting, saat sesi pasar tertentu dibuka, atau saat harga mendekati level support/resistance yang krusial. Kamu bakal mulai menemukan polanya sendiri.

Yang terpenting, jangan berhenti cuma baca doang. Langsung aja coba terapin. Lihat perbedaannya saat pasar lagi sepi dan saat pasar lagi rame. Rasakan bedanya pergerakan harga yang "agak malas" dengan yang "super gesit". Dari situ, kamu bakal ngerti sendiri nilai dari indikator simpel tapi powerful ini. Selamat mencoba, ya!