# Disaster

> Download: Menguasai Pasar Dengan "Disaster": Robot MT5 Canggih untuk Trader Pemula Pernah nggak sih kamu ngerasa pasar forex itu kayak lautan lepas yang luas banget? Kadang tenang, kadang badai datang tiba-tiba. Nah, buat kita-kita yang baru belajar 

**URL:** https://metatrader.id/MT5+Robot/disaster

---

**Download:** [disaster.mq5](https://www.mql5.com/en/code/download/19341/disaster.mq5)

![Disaster](https://c.mql5.com/18/62/2017-11-02_13h21_27.png)

## Menguasai Pasar Dengan "Disaster": Robot MT5 Canggih untuk Trader Pemula

Pernah nggak sih kamu ngerasa pasar forex itu kayak lautan lepas yang luas banget? Kadang tenang, kadang badai datang tiba-tiba. Nah, buat kita-kita yang baru belajar trading, menghadapi badai itu bisa jadi pengalaman yang bikin deg-degan. Tapi gimana kalau ada "kapal penyelamat" yang bisa bantu kita navigasi?

Di dunia trading online, alat bantu semacam itu memang ada. Namanya Expert Advisor (EA) atau robot trading. Kali ini, kita mau bahas salah satu EA yang cukup menarik perhatian, namanya "Disaster". Jangan salah sangka sama namanya, ya. Justru dengan memahami cara kerjanya, kita bisa meminimalkan "bencana" di akun trading kita.

### Apa Sih Sebenarnya "Disaster" Itu?

Jadi gini, "Disaster" ini adalah sebuah program otomatis yang berjalan di platform MetaTrader 5 (MT5). Tugas utamanya adalah membantu kita melakukan trading berdasarkan strategi tertentu tanpa perlu kita pantau terus-menerus. Bayangin aja, kamu punya asisten pribadi yang siap siaga 24 jam memantau pergerakan harga dan menjalankan instruksi trading sesuai yang sudah diatur.

Siapa di balik EA keren ini? Konsep idenya datang dari Maxym Kondratiuk, sementara kode MQL5-nya ditulis oleh barabashkakvn. Mereka berdua merancang "Disaster" dengan tujuan memudahkan trader, terutama yang masih pemula, untuk bisa memanfaatkan peluang di pasar.

### Rahasia Dapur "Disaster": Strategy Berbasis MA

Inti dari strategi yang dipakai "Disaster" ini cukup sederhana tapi cerdas. Para pembuatnya mengamati bahwa jika harga melewati sebuah garis Moving Average (MA) dan kemudian bergerak menjauh sejauh jarak tertentu, ada kemungkinan besar harga tersebut akan terus bergerak ke arah yang sama.

Garis Moving Average (MA) itu kayak semacam rata-rata harga dalam periode waktu tertentu. Fungsinya buat ngehalusin pergerakan harga jadi lebih kelihatan trennya. Nah, "Disaster" ini pinter banget. Dia nggak cuma nunggu harga "lompat" melewati MA. Tapi dia juga lihat seberapa jauh harga itu menjauh dari MA. Kalau jaraknya sudah cukup signifikan, nah, di situlah dia mulai bersiap membuka posisi.

### Gimana Cara "Disaster" Kerja di Lapangan?

Ini bagian yang paling seru, gimana sih si "Disaster" ini beraksi di chart trading kita? Dia punya cara kerja yang unik, memanfaatkan yang namanya **pending orders**, yaitu Buy Stop dan Sell Stop.

Apa itu pending orders? Gampangnya gini, daripada kita langsung "pasang" order beli atau jual sekarang juga, kita pasang "perintah" nanti. Perintah ini baru akan aktif kalau harga sudah mencapai level yang kita tentukan.

Nah, si "Disaster" ini menggunakan pending orders ini dengan cara yang dinamis. Dia akan mengatur posisi pending ordernya agar selalu mengikuti harga saat ini, dengan jarak tertentu dari MA yang sudah ditentukan.

Misalnya gini:

Kamu pakai pair USDCAD di timeframe M1 (satu menit). Kamu sudah setting "Disaster" untuk menggunakan MA periode 20. Katakanlah saat ini harga ada di bawah MA 20. Si "Disaster" kemudian akan memasang sebuah **pending Buy Stop order** di atas harga saat ini, tapi dengan jarak tertentu dari MA 20. Jarak ini bisa kamu atur sendiri di settingan EA-nya. Tujuannya? Kalau harga tiba-tiba naik dan menembus MA 20 lalu terus bergerak menjauh, pending Buy Stop order ini akan langsung aktif dan membuka posisi beli buat kamu.

Proses ini terjadi secara berkala setiap interval waktu tertentu yang juga bisa kamu atur (ini yang dimaksud dengan "Timeout seconds"). EA ini nggak sembarangan nambah pending order. Dia akan selalu memantau jarak antara harga dan MA, dan kalau perlu, dia akan geser posisi pending ordernya agar tetap punya "ruang gerak" yang cukup.

### Pentingnya "Trailing" Pending Orders

Aspek lain yang bikin "Disaster" ini istimewa adalah fokusnya pada **trailing pending orders**. Ini artinya, dia akan terus "menarik" posisi pending ordernya supaya tetap berada pada jarak yang optimal dari MA, seiring dengan pergerakan harga.

Bayangkan lagi skenario tadi. Harga mulai bergerak naik melewati MA 20. Si "Disaster" tadi sudah memasang Buy Stop order di atas. Nah, kalau harga terus naik tapi belum mencapai level Buy Stop kamu, si "Disaster" ini nggak akan diam aja. Dia akan memantau. Kalau pergerakan harga itu menunjukkan potensi kelanjutan tren, dia akan "menggeser" posisi Buy Stop order kamu lebih tinggi lagi, agar tetap sesuai dengan jarak dari MA yang sudah kamu tentukan. Ini penting supaya ketika ordernya terpicu, kamu bisa langsung masuk ke dalam momentum yang kuat.

### Sekali Terpicu, Langsung Jadi Posisi!

Nah, ini dia momen krusialnya. Setelah pending order (baik Buy Stop maupun Sell Stop) terpicu dan berubah menjadi posisi trading yang aktif, "Disaster" punya kebijakan khusus: **posisi tersebut tidak akan dimodifikasi lagi**.

Artinya, begitu kamu sudah masuk ke pasar, entah itu posisi beli atau jual, robot ini akan membiarkannya berjalan sesuai pengaturan awal atau mungkin manajemen risiko yang sudah kamu terapkan di luar EA ini. Ini penting untuk mencegah robot melakukan perubahan yang tidak terduga pada posisi yang sudah berjalan, yang bisa saja merugikan. Jadi, setelah posisi terbuka, tugas kamu selanjutnya adalah mengelola posisi tersebut, atau mungkin kamu sudah punya strategi manajemen trading lain yang berjalan paralel.

### Hasil Uji Coba: Bukti Nyata Performa

Tentunya, kita nggak bisa cuma percaya omongan doang, kan? Para pembuat "Disaster" juga melakukan pengujian mendalam. Mereka menguji robot ini selama periode 2017.01.01 hingga 2017.10.31 di timeframe M1, menggunakan pair USDCAD.

Meskipun detail hasil pengujiannya tidak disertakan dalam materi asli yang saya dapat, namun fakta bahwa mereka melakukan pengujian ini menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan dan memvalidasi strategi yang digunakan oleh "Disaster". Pengujian pada timeframe M1 dan pair USDCAD memberikan gambaran awal tentang bagaimana robot ini berpotensi bekerja di kondisi pasar yang volatil.

### Kenapa "Disaster" Bisa Cocok untuk Trader Pemula?

Buat kamu yang baru terjun ke dunia trading, "Disaster" ini bisa jadi alat yang sangat membantu. Kenapa?

1.  **Otomatisasi**: Kamu nggak perlu terus-terusan mantengin chart. Robot yang akan bekerja sesuai instruksi. Ini mengurangi beban mental dan memungkinkan kamu belajar sambil melakukan aktivitas lain.
2.  **Disiplin Trading**: Strategi yang digunakan "Disaster" berdasarkan indikator teknikal (MA) dan aturan yang jelas. Ini membantu menanamkan kedisiplinan trading, menghindari keputusan impulsif berdasarkan emosi.
3.  **Manajemen Risiko Awal**: Dengan konsep pending orders dan jarak yang ditentukan, kamu sudah melakukan semacam perencanaan awal sebelum masuk ke pasar. Ini bisa jadi langkah awal memahami manajemen risiko.
4.  **Belajar Konsep Trading**: Dengan menggunakan "Disaster", kamu bisa sambil mempelajari bagaimana indikator teknikal seperti MA bekerja, bagaimana pending orders berperan, dan bagaimana pasar bergerak berdasarkan analisis teknikal.

### Sebelum Menggunakan "Disaster"

Meskipun "Disaster" terdengar menjanjikan, ada beberapa hal penting yang perlu kamu ingat sebelum langsung menggunakannya di akun riil:

*   **Pahami Strateginya**: Jangan pernah menggunakan robot trading tanpa benar-benar memahami bagaimana cara kerjanya dan strategi di baliknya.
*   **Uji Coba di Akun Demo**: Ini hukumnya wajib! Selalu uji coba robot ini di akun demo terlebih dahulu. Perhatikan performanya dalam berbagai kondisi pasar. Berapa lama waktu yang dibutuhkan pending order untuk terpicu? Bagaimana jika pasar bergerak sideways?
*   **Sesuaikan Pengaturan**: Parameter seperti periode MA, jarak dari MA untuk pending order, dan interval waktu (Timeout) sangat krusial. Lakukan penyesuaian berdasarkan pair mata uang yang kamu tradingkan dan timeframe yang kamu pilih.
*   **Manajemen Risiko Tetap Penting**: "Disaster" membantu dalam eksekusi trading, tapi manajemen risiko keseluruhan seperti penentuan ukuran lot dan stop loss (jika kamu memutuskan untuk menggunakannya setelah posisi terpicu) tetap menjadi tanggung jawabmu.

Memulai trading di forex memang penuh tantangan, tapi dengan alat bantu yang tepat dan pemahaman yang baik, kamu bisa berlayar lebih tenang di lautan pasar yang luas ini. "Disaster" bisa jadi salah satu "kapal" yang membantumu menemukan arah!