# Get M1 OHLC data for MetaTrader 4 backtesting

> Download: Mau Backtest Strategi Trading di MT4 Tapi Data M1 Cuma Sedikit? Ini Solusinya! Pernah nggak sih kamu frustrasi pas mau backtest strategi trading di MetaTrader 4 (MT4), tapi data M1 (menit pertama) yang tersedia di broker cuma sedikit? Ya, b

**URL:** https://metatrader.id/MT5+Robot/get-m1-ohlc-data-for-metatrader-4-backtesting

---

**Download:** [getm1data_v2.mq5](https://www.mql5.com/en/code/download/20002/getm1data_v2.mq5)

![Get M1 OHLC data for MetaTrader 4 backtesting](https://c.mql5.com/18/65/2018-01-04_164001.png)

## Mau Backtest Strategi Trading di MT4 Tapi Data M1 Cuma Sedikit? Ini Solusinya!

Pernah nggak sih kamu frustrasi pas mau backtest strategi trading di MetaTrader 4 (MT4), tapi data M1 (menit pertama) yang tersedia di broker cuma sedikit? Ya, biasanya broker memang jarang menyediakan data M1 yang panjang untuk MT4. Paling banter cuma 3 bulan, bikin hasil backtest jadi kurang akurat, kan? Padahal, strategi yang kelihatannya bagus di data pendek, belum tentu secanggih itu kalau diuji di data yang lebih luas. Nah, ini nih yang sering bikin para trader pemula (bahkan yang sudah agak lama sekalipun) kelabakan.

Tapi jangan khawatir dulu! Ternyata ada cara cerdas buat ngakalin masalah data M1 yang pendek di MT4. Kuncinya ada di "tetangga" MT4, yaitu MetaTrader 5 (MT5). Iya, betul, MT5! Ternyata, MT5 itu lebih royal soal penyediaan data M1. Kebanyakan broker menyediakan data M1 di MT5 sampai bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 3 tahun ke belakang!

### Jadi, Gimana Caranya Kita Manfaatin MT5 Buat Backtest MT4?

Gampangnya gini, kita akan pakai MT5 buat "memanen" data M1 yang banyak, lalu kita simpan data itu dalam format yang bisa dibaca sama MT4. Jadi, kita nggak perlu lagi bergantung sama data M1 pendek dari broker buat MT4.

Intinya, kita menggunakan fitur "Strategy Tester" di MT5. Ini kayak simulator canggih yang bisa menjalankan robot trading atau indikator di masa lalu. Nah, di dalam Strategy Tester ini, kita bisa meminta MT5 untuk mengambil data M1 yang dia punya (yang panjang tadi itu), lalu kita simpan data itu ke dalam sebuah file khusus yang namanya `.hst`. File `.hst` ini adalah format file data historis yang dipakai oleh MT4. Keren, kan?

### Langkah-Langkah Praktis: "Panen" Data M1 dari MT5

Oke, biar lebih kebayang, kita bedah pelan-pelan gimana cara kerjanya.

Pertama, kamu pasti sudah punya MT5 terpasang di komputermu, kan? Kalau belum, ya langsung aja download dan install. Pilih broker yang menurutmu paling pas ya.

Setelah MT5 terbuka, kamu perlu buka "Strategy Tester". Biasanya letaknya ada di menu "View" lalu pilih "Strategy Tester", atau bisa juga pakai shortcut `Ctrl+R`.

Di jendela Strategy Tester, ada beberapa pengaturan penting yang perlu kamu perhatikan.

#### 1. Memilih Robot atau Indikator yang Akan Diuji (Atau Sekadar Mengambil Data)

Nah, ini bagian yang menarik. Sebenarnya, tujuan utama kita di sini bukan untuk menguji robot atau indikator di MT5, tapi untuk mendapatkan data M1-nya. Jadi, kita bisa saja memilih robot trading bawaan MT5 yang sederhana, atau bahkan membuat robot kosongan yang kerjanya cuma mengambil data.

Bayangkan, kamu punya robot bernama "Data Grabber" yang tugasnya cuma mencatat setiap tick yang lewat. Nah, kita mau pakai "Data Grabber" ini di MT5. Di bagian "Expert Advisor" atau "Custom Indicator" di Strategy Tester, kamu pilih robot atau indikator yang sudah kamu siapkan untuk tujuan ini.

#### 2. Menentukan Periode Data yang Diinginkan

Di sinilah magic-nya terjadi! Di bagian "Period" atau "Model", kamu akan melihat pilihan untuk memilih rentang waktu data yang ingin kamu ambil. Kamu bisa pilih "Every tick" untuk data yang paling detail, atau "1 minute OHLC" kalau kamu memang fokus pada data OHLC (Open, High, Low, Close) per menit.

Yang paling penting adalah di bagian "Date Range". Di sini kamu bisa menentukan dari tanggal berapa sampai tanggal berapa data M1 yang ingin kamu "panen". Misalkan, kamu mau data dari 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2023. Tinggal masukkan saja rentang tanggalnya. Ingat, MT5 itu punya data yang lebih panjang, jadi kamu bisa ambil jauh lebih banyak daripada yang ditawarkan broker MT4-mu.

#### 3. Proses Eksekusi dan Penyimpanan Data

Setelah semua pengaturan selesai, kamu tinggal klik tombol "Start". MT5 akan mulai memproses data sesuai dengan rentang waktu yang kamu tentukan. Ini mungkin akan memakan waktu, tergantung seberapa panjang data yang kamu minta dan seberapa kencang komputermu.

Saat proses berjalan, MT5 akan mengunduh data historis yang diperlukan dari server broker. Nah, setelah proses selesai, data M1 yang sudah diolah MT5 ini akan tersimpan dalam format yang bisa kita gunakan.

### Di Mana File Data Hasil "Panen" Ini Berada?

Nah, setelah MT5 selesai menjalankan Strategy Tester dan "memanen" data M1, file datanya itu akan disimpan di sebuah folder khusus di dalam instalasi MT5-mu. Lokasinya kira-kira seperti ini: `MetaTrader 5\<Nama Akun Anda>\history\<Simbol Anda>`.

Di dalam folder ini, kamu akan menemukan file-file dengan ekstensi `.hst`. File inilah yang nantinya akan kita pindahkan ke folder data MT4 kita.

### Memindahkan Data .hst ke MT4: Langkah Terakhir yang Krusial

Setelah kamu berhasil mendapatkan file `.hst` dari MT5, langkah selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam MT4. Ini juga nggak kalah penting.

Pertama, buka MT4 kamu. Lalu, cari folder data MT4. Caranya, di MT4, klik menu "File", lalu pilih "Open Data Folder".

Di dalam folder data MT4 ini, kamu akan menemukan subfolder bernama `history`. Nah, di sinilah kita akan meletakkan file `.hst` yang tadi kita dapatkan dari MT5.

Yang perlu diperhatikan, di dalam folder `history` ini biasanya ada subfolder lagi yang sesuai dengan server broker MT4-mu (misalnya, `FXPro-Demo` atau `RoboForex-Demo`). Kamu perlu meletakkan file `.hst` di dalam subfolder server yang sesuai dengan simbol yang kamu gunakan (misalnya, `EURUSD`).

Misalnya, kalau kamu mendapatkan file `EURUSDm1.hst` dari MT5, kamu perlu memindahkannya ke folder `history\<Nama Server MT4 Anda>\m1`. Perhatikan juga ekstensi `m1` di akhir nama folder, ini menunjukkan bahwa data tersebut adalah data per menit.

Setelah memindahkan file `.hst`, kamu perlu me-restart MT4 kamu agar data baru tersebut terdeteksi.

### Apa yang Terjadi Setelah Data Masuk ke MT4?

Setelah MT4 di-restart dan file `.hst` sudah berada di tempat yang benar, sekarang kamu bisa mulai melakukan backtest strategi tradingmu di MT4 dengan data M1 yang jauh lebih panjang!

Bayangkan, kamu bisa menguji strategi Scalping yang sangat mengandalkan data M1 dengan akurasi yang jauh lebih tinggi. Kamu bisa melihat bagaimana performa strategi tersebut di berbagai kondisi pasar, tidak hanya selama 3 bulan terakhir, tapi bisa bertahun-tahun. Ini akan memberikan gambaran yang jauh lebih realistis tentang potensi keuntungan dan kerugian strategi kamu.

Misalnya, kamu punya indikator yang mendeteksi pola "double bottom" di time frame M1. Dengan data yang panjang dari MT5, kamu bisa melihat berapa kali pola itu muncul dalam setahun, seberapa sering pola itu berhasil menghasilkan profit, dan seberapa besar potensi profitnya. Ini yang namanya backtest mendalam!

### Keuntungan Menggunakan Metode Ini

Kenapa sih repot-repot pakai MT5 buat dapat data MT4?

*   **Data Lebih Lengkap:** Ini jelas keuntungan utamanya. Kamu dapat data M1 yang jauh lebih panjang, sehingga hasil backtest lebih representatif.
*   **Akurasi Backtest Meningkat:** Dengan data yang lebih banyak, kamu bisa lebih yakin dengan hasil backtest strategimu. Kesalahan atau bias yang muncul karena data terbatas jadi berkurang.
*   **Menguji Strategi Jangka Panjang:** Beberapa strategi trading, terutama yang berbasis breakout atau trend-following, butuh data yang panjang untuk benar-benar diuji performanya. Dengan metode ini, itu jadi mungkin di MT4.
*   **Fleksibilitas:** Kamu tidak lagi terikat pada keterbatasan data yang disediakan oleh broker MT4-mu.

### Perlu Diperhatikan Juga...

Meskipun metode ini sangat membantu, ada beberapa hal yang perlu kamu ingat:

*   **Kualitas Data:** Pastikan data yang kamu dapatkan dari MT5 itu berkualitas baik. Kalau broker MT5-mu punya data yang jelek, ya hasil panennya juga akan jelek.
*   **Format File:** Perhatikan ekstensi file `.hst` dan penempatannya di folder MT4. Salah penempatan bisa bikin data tidak terbaca.
*   **Kapasitas Disk:** Data M1 yang panjang itu ukurannya lumayan besar, pastikan komputermu punya ruang penyimpanan yang cukup.

Intinya, memanfaatkan data M1 dari MT5 untuk backtesting di MT4 adalah trik cerdas yang bisa sangat membantumu. Ini memungkinkan kamu untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan membuat keputusan trading yang lebih terinformasi. Jadi, kalau kamu merasa data M1 di MT4-mu kurang, jangan ragu untuk mencoba metode ini!