# Relative Strength Levy

**URL:** https://metatrader.id/artikel/relative-strength-levy

---

**Download:** [relative_strength_levy.mq4](https://www.mql5.com/en/code/download/21077/relative_strength_levy.mq4)

![Relative Strength Levy](https://c.mql5.com/18/69/wikiimage.png)

Relative Strength Levy: Indikator Sederhana yang Bisa Membantu Kamu Mengukur Kekuatan Relatif Aset

Pernah nggak sih kamu merasa bingung saat melihat banyak pilihan aset di pasar forex atau saham? Aset mana yang lagi "kencang" larinya? Aset mana yang cenderung melemah? Nah, buat kamu yang masih baru di dunia trading, pertanyaan-pertanyaan kayak gini pasti sering banget muncul di kepala. Tenang, kamu nggak sendirian! Ada banyak banget alat bantu di dunia trading yang bisa bikin hidupmu lebih mudah, salah satunya adalah indikator.

Kali ini, kita bakal ngobrolin salah satu indikator yang mungkin belum banyak kamu dengar tapi punya konsep yang menarik banget, namanya Relative Strength Levy. Namanya memang agak "wah" ya, tapi sebenarnya konsepnya sederhana kok. Yuk, kita bedah satu per satu biar kamu makin paham.

## Apa Sih Relative Strength Levy Itu?

Intinya, Relative Strength Levy ini mencoba menjawab satu pertanyaan: bagaimana kinerja sebuah aset *dibandingkan dengan dirinya sendiri di masa lalu*? Konsep dasarnya simpel: kalau sebuah aset punya kekuatan relatif yang bagus di masa lalu, kemungkinan besar dia akan terus menunjukkan performa yang kuat di masa depan. Sebaliknya, kalau performanya cenderung loyo di masa lalu, ya mungkin aja dia akan terus begitu. Kedengarannya logis, kan?

Bayangin gini, kamu lagi lihat grafik harga saham perusahaan A. Ternyata, dalam beberapa periode terakhir, harga saham A ini terus naik terus dan mengalahkan performa dirinya sendiri di periode sebelumnya. Nah, Relative Strength Levy ini akan mencoba mengukur seberapa kuat kenaikan itu dan membandingkannya. Bukan membandingkan saham A dengan saham B, tapi lebih ke perbandingan internal si saham A itu sendiri.

Jadi, poin pentingnya di sini adalah "relatif". Relatif terhadap periode waktu sebelumnya. Indikator ini nggak bilang aset ini pasti bakal naik atau turun 100%. Tapi dia ngasih gambaran soal "energi" yang sedang dimiliki aset tersebut berdasarkan historinya.

## Gimana Cara Kerjanya? Sederhana Aja Kok!

Mungkin kamu mikir, "Wah, pasti rumit nih ngitungnya." Eits, jangan salah! Walaupun namanya lumayan panjang, cara kerja Relative Strength Levy ini sebenarnya cukup mudah dipahami. Dia nggak pakai rumus-rumus yang bikin kepala pusing tujuh keliling.

Dasar perhitungannya adalah **rata-rata aritmatika dari harga penutupan lilin (candle closing price) selama periode observasi tertentu**. Nah, "periode observasi" ini yang nanti bisa kamu atur sendiri. Bisa 10 periode, 20 periode, atau berapa pun sesuai yang kamu mau.

Jadi, gini langkah-langkah sederhananya:

1.  **Tentukan Periode Observasi:** Kamu pilih dulu, mau lihat performa harga penutupan selama berapa periode ke belakang. Misalnya, kamu pilih periode 14.
2.  **Hitung Rata-rata Harga Penutupan:** Indikator akan mengambil semua harga penutupan dari 14 periode terakhir, lalu dijumlahkan, dan dibagi dengan 14. Ini akan menghasilkan satu nilai rata-rata.
3.  **Bandingkan dengan Periode Sebelumnya:** Nah, nilai rata-rata ini kemudian dibandingkan dengan perbandingan serupa di periode sebelumnya. Proses ini terus diulang untuk setiap periode yang dilewati harga.
4.  **Plot Hasilnya:** Hasil perbandingan ini kemudian digambarkan dalam bentuk garis di chart kamu. Uniknya, garis ini biasanya berputar di sekitar angka `1.0`.

Kenapa angka `1.0`? Angka `1.0` ini semacam "titik netral" atau "garis keseimbangan".

*   Kalau garis Relative Strength Levy berada **di atas 1.0**, itu mengindikasikan bahwa aset tersebut sedang menunjukkan kekuatan relatif yang lebih baik dibandingkan periode observasi sebelumnya. Artinya, harga penutupannya cenderung lebih tinggi atau kenaikannya lebih signifikan.
*   Sebaliknya, kalau garis berada **di bawah 1.0**, itu berarti aset tersebut sedang melemah secara relatif. Harga penutupannya cenderung lebih rendah atau penurunannya lebih terasa.

Jadi, bayangkan kamu melihat chart harga, lalu ada garis lain yang bergerak di bawah atau di atas angka 1.0. Garis inilah si Relative Strength Levy yang ngasih tahu kamu soal "mood" aset tersebut.

## Gimana Cara Pakai di Chart? Biar Nggak Bingung!

Udah paham dasarnya? Sekarang kita coba bayangin gimana sih tampilannya di chart dan bagaimana cara memakainya.

Misalnya, kamu lagi buka chart EUR/USD di MetaTrader 4 (MT4). Kamu pasang indikator Relative Strength Levy ini. Nanti di bawah chart harga utama, akan muncul satu panel lagi yang isinya grafik garis Relative Strength Levy tadi. Garisnya mungkin berwarna biru, merah, atau warna lain yang kamu pilih, dan dia bergerak naik turun di sekitar garis horizontal `1.0`.

**Contoh Skenario:**

Kamu lihat chart EUR/USD.

*   **Skenario 1: Garis RS Levy Naik di Atas 1.0 dan Terus Bertahan.**
    Misalnya, harga EUR/USD lagi mulai naik. Kamu pasang Relative Strength Levy dengan periode 20. Awalnya, garis RS Levy mungkin masih di sekitar 0.95. Tapi seiring kenaikan harga yang mantap, garis RS Levy mulai merangkak naik, menembus angka 1.0, dan terus bergerak ke atas, misalnya jadi 1.10, 1.15, dan seterusnya. Ini bisa jadi sinyal awal kalau aset EUR/USD ini sedang punya "momentum" kenaikan yang kuat dan konsisten secara internal. Trader yang menggunakan indikator ini mungkin akan melihat ini sebagai konfirmasi untuk membuka posisi *buy*.

*   **Skenario 2: Garis RS Levy Turun di Bawah 1.0 dan Terus Menurun.**
    Sekarang, bayangkan harga EUR/USD malah mulai turun drastis. Garis RS Levy yang tadinya di 1.05, mulai turun menembus 1.0, lalu ke 0.90, bahkan 0.85. Ini menunjukkan bahwa pelemahan harga aset ini juga konsisten dan relatif lebih kuat dibanding periode sebelumnya. Bagi trader yang lebih berhati-hati atau mencari sinyal pelemahan, ini bisa jadi pertimbangan untuk membuka posisi *sell* atau keluar dari posisi *buy*.

*   **Skenario 3: Garis RS Levy Bergerak Bolak-balik di Sekitar 1.0.**
    Kadang-kadang, harga aset bergerak sideways, naik sedikit, turun sedikit, tanpa arah yang jelas. Di saat seperti ini, garis Relative Strength Levy juga cenderung akan bolak-balik di sekitar angka 1.0. Dia mungkin sesekali naik di atas 1.0 tapi cepat turun lagi, atau sebaliknya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aset tersebut tidak menunjukkan kekuatan relatif yang jelas, baik itu menguat maupun melemah secara signifikan. Ini bisa jadi sinyal bagi trader untuk menunggu dulu, atau mencari aset lain yang menunjukkan tren lebih jelas.

**Pentingnya Kombinasi:**

Satu hal yang perlu diingat, indikator ini seperti "teman bicara" dalam trading. Dia memberikan informasi, tapi bukan satu-satunya penentu keputusan. Banyak trader yang mengombinasikan Relative Strength Levy dengan indikator lain, misalnya Moving Average, RSI, atau bahkan hanya mengamati pola candlestick dan level support-resistance. Kenapa?

Karena setiap indikator punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Relative Strength Levy bagus untuk mengukur kekuatan relatif internal, tapi mungkin kurang dalam memberikan sinyal kapan titik balik (reversal) akan terjadi secara spesifik.

Jadi, kalau kamu lihat garis RS Levy lagi di atas 1.0 dan terus naik, itu bagus. Tapi coba lihat juga, apakah ada resistensi kuat di dekat harga saat ini? Apakah indikator lain juga menunjukkan sinyal positif? Semakin banyak konfirmasi, semakin yakin kamu mengambil keputusan.

## Kenapa Harus Coba Pakai Indikator Ini?

Mungkin kamu bertanya-tanya, "Kenapa harus pakai yang ini? Kan udah banyak indikator lain?" Jawabannya sederhana:

1.  **Konsepnya Unik:** Dibandingkan indikator yang membandingkan satu aset dengan aset lain (seperti Relative Strength Index atau RSI yang membandingkan kekuatan beli dan jual), Relative Strength Levy ini fokus pada kekuatan aset *terhadap dirinya sendiri*. Ini memberikan perspektif yang berbeda dan bisa melengkapi analisis kamu.
2.  **Mudah Dipahami Pemula:** Seperti yang sudah kita bahas, konsep rata-rata harga penutupan dan perbandingannya dengan angka 1.0 itu tidak serumit beberapa indikator lain. Kamu bisa dengan cepat menangkap maksud dari pergerakan garisnya.
3.  **Potensi Identifikasi Momentum:** Garis yang terus menerus berada di atas atau di bawah 1.0 dengan cukup jauh bisa menjadi sinyal awal adanya momentum yang kuat. Ini penting untuk trader yang suka mengikuti tren.
4.  **Menghindari Kebisingan Pasar:** Kadang pasar bergerak liar tanpa arah yang jelas. Indikator ini bisa membantu "menyaring" pergerakan yang tidak signifikan dan lebih fokus pada tren kekuatan relatif yang lebih stabil.

Tentu saja, seperti semua indikator lainnya, Relative Strength Levy ini bukan jaminan profit 100%. Pasar itu dinamis dan selalu ada risiko. Tapi dengan pemahaman yang benar dan penggabungan dengan strategi trading yang sudah kamu miliki, indikator ini bisa jadi tambahan amunisi yang berharga dalam kotak peralatan trading kamu. Selamat mencoba dan terus belajar!